Kesunyian Sedap Malam

Ada realita rasa
Bagai seluruh hidupmu

Apakah benar begitu ?
Aku rasa tidak
Kadang semua seolah tanpa tawa

Apa arti tawa ?
Benak, kalbu, raga
Coba susuri semua

Benarkah sunyi ?
Aku rasa tidak
Sunyi, tawa, duka, bahagia adalah penggalan ‘Realita’

Doa, syukur, harapan……
Masuklah
Kau akan temukan jiwamu di sana

.

Sisi Buruk Desainer Grafis

Orang berpikir, jaman sekarang menjadi desainer grafis itu berbahagia. Bahagia karena itu profesi yang paling berperan di era budaya visual masa kini dan mampu jadi mesin penghasil uang. Cepat kaya. Satu kali bikin logo bisa dibayar ‘M’. Sudah kaya terkenal pula, karena karyanya nampang dimana-mana. Itulah pikiran orang banyak. Tetapi dibalik itu semua sebenarnya jadi desainer grafis itu berbahaya. Berbahaya bagi lingkungan , sesama manusia dan diri desainernya. Desainer grafis ikut andil dalam merusak lingkungan secara tidak langsung. Desainer grafis menghabiskan banyak kertas sebagai kendaraan pesan visualnya. Semakin banyak kertas berarti semakin banyak order proyek bagi desainer dan ini tentunya berarti profit. Tapi bagi lingkungan ini berarti semakin banyak pohon harus ditebangi. Selain itu, desainer grafis juga ikut andil lebih mempercepat perusakkan lingkungan bila mencetak desainnya dengan tinta yang tak ramah lingkungan. Di Barat sudah timbul kesadaran akan keadaan ini, sehingga desainer mulai menggunakkan kertas daur ulang dan tinta ramah lingkungan. Kita perlu memikirkan ini, bukan Cuma sebagai trend desain saja, tetapi sungguh sungguh karena peduli lingkungan. Bahaya berikut adalah bahaya bagi sesama manusia. Mungkin bila kita bandingkan desainer grafis dengan pelukis. Tetaplah desainer grafislah seniman paling berbahaya. Mengapa? Pelukis bisa terkenal keseluruh dunia, namun karyanya terbatas, ia di nikmati di galeri atau museum. Sedang karya desain grafis ada dimana-mana. Beredar dalam bentuk brosur, poster, logo, komik, iklan TV, stiker, kaus dllsbgnya. Pengaruh desain grafis lebih langsung dan ia seni rupa massa yang sangat komunikatif. Komik atau satu simbol negatif dapat berakibat panjang pada moralitas generasi muda. Jadi disinilah bahaya desainer grafis. Desainer grafis sepatutnya jangan hanya memikirkan ’bahagia’ nya saja (kekayaan) tetapi juga potensi ’bahaya’. Etika Desain sangat penting bagi desainer grafis. Poin terakhir adalah bahaya bagi diri desainer grafis. Bila hanya memikirkan ‘bahagia’ /duit tanpa menyadari ‘bahaya’ mengintip, maka desainer akan menjadi psychodesigner, atau desainer psikopat. Tak punya hati nurani lagi. Tak peduli pesan visualnya menghancurkan anak kecil atau hutan, pokoknya yang penting saya lebih kaya dan terkenal. Desainer-desainer semacam itu tampaknya mulai berkeliaran disekitar kita seiring dengan berkembangnya pendidikan desain. Oleh karena itu pendidikan desain grafis jangan hanya mendidik siswa yang handal dan terampil berkonsep dan bervisualisasi kuat. Tapi perlu juga mendidik nurani desainer melalui kurikulum yang holistik dan melalui keteladanan para pendidik desain.


.

Jingga Hingga Menghitam

Hari ini rasanya ingin ketawa ngakak sampai terkencing-kencing bahkan terkentut-kentut. Yup mnyaksikan sandiwara dunia yang sangat lucu. Lucu menurut definisiku. Lho? kok jadi sensi gini. Kok jadi nyengit, kok jadi agak ketus. Ah, tapi wajar kalo kalian juga bisa menyaksikannya. Kemarian awal yang jingga, lalu menjadi coklat….mungkin saat ini menghitam karena serigala sudah siap melolong…

My Own Neverland !

Do you know what Neverland is?
Or at least have you heard about it?
Land Where we always young and never getting old.

Neverland adalah sebuah negeri yang penuh dengan keindahan layaknya surga,
dimana kita akan selalu seperti anak-anak dan tidak akan pernah beranjak dewasa...
Negeri tanpa ada air mata,
hanya ada kesenangan dan tawa riang anak-anak yang membahana..
Negeri tanpa kita harus berpura-pura dan menjadi orang lain.
Sebuah negeri yang diciptakan dari imajinasi seorang penulis besar yang merasa bosan dengan kehidupan sosial masyarakat pada saat itu.
Seperti diriku yang sudah jenuh dengan kehidupan sosial dunia ini,
dimana semua hanya bisa diukur dengan materi dan kebendaan lainnya,
dan satu sama lain saling membanggakan diri mereka masing-masing...
maka aku mulai menciptakan My Own Neverland.
And...
have you find your own Neverland?


.

Maafkan Jika Ku Mencintaimu

Ketika kurasakan ada ruang di hatiku yang kau sentuh
Mungkinkah kau rindukan hadirku
Mungkinkah kau Inginkan adaku
Adakah ku singgah dan sedikit menempati ruang dihatimu?

Dan ketika kusadari bahwa cinta tak selalu indah adanya
Mungkin memang aku yang harus mengerti
Bila aku bukan yang ingin kau miliki...
Namun salahkah aku bila kau yang saat ini ada di hatiku?

(adakah kau tau??)

.